Menggapai rasa syukur yang menafas dan menjiwa, kita perlu memahami makna kebangkitan yang sesungguhnya. Kebetulan di bulan Mei ini, tepatnya 102 tahun yang lalu, bangsa
Pilar pokok kehidupan pertama yang perlu kita bangkitkan adalah kesadaran untuk terus belajar. Hidup adalah untuk belajar. Belajar segala macam pengetahuan, pengalaman, maupun ketrampilan yang memungkinkan dibelajari. Memenuhi wasiat Nabi SAW: Uthlubul 'ilma minal mahdi ilallahdi, carilah ilmu semenjak ayunan hingga liang lahat. Karenanya, belajar tidak mengenal istilah selesai atau tamat. Belajar tidak pernah ada hentinya. Tidak mengenal jenjang, pangkat, jabatan, maupun golongan, sekalipun telah menyandang gelar guru yang sangat besar. Belajar harus terus berjalan, dalam mengiringi aktifitas keseharian. Harapannya, sebagaimana ungkapan bijak, semakin banyak ilmu pengetahuan yang dibelajari, semakin banyak terbuka pintu-pintu pengetahuan baru yang menuntut untuk dipelajari. Semakin jauh mengarungi samudra ilmu, semakin kecil tak berdaya berada ditengah lautan ilmunya, dan semakin tidak ada apa-apanya disisi Yang Maha Kuasa. Ambles dalam samudra ‘arofah-Nya.
Artikel Anda memberikan semangat baru bagi siapapun yang membacanya. Teruslah berkarya!
BalasHapushttp://yusranhamuarakaman.blogspot.com/
Karena bernilai ibadah maka kita tak akan pernah bosan dalam belajar...semoga tulisan anda ini menjadi inspirasi bagi kita semua...
BalasHapus